Showing posts with label cat body. Show all posts
Showing posts with label cat body. Show all posts

Mencopot Stiker Body Motor

Bagi anda yang suka modifikasi motor tentu tidak asing dengan stiker body motor. bagi anda yang jarang melakukannya, terkadang kita akan membuka stiker yang berada di badan kendaraan kita, tetapi sisa lemnya masih melekat kuat dan susah untuk dihilangkan. Untuk menghilangkan bekas lem tersebut, kita bisa menggunakan minyak kayu putih dan selembar kain bersih untuk mengelapnya, niscaya sisa lem yang tadi susah dihilangkan sekarang tidak ada bekasnya lagi.

Tips mencopot stiker bodi motor

Desain body motor yang terlalu simpel kayaknya udah nggak bisa diapa-apain lagi kalo pengen dimodifikasi. Saking simpelnya pernak-pernik yang ada di bodi juga nggak banyak. Paling cuma ditempelin stiker-stiker doang sama pabriknya. Yah, mungkin biar ada sedikit aksen aja kali. Tapi kalo nggak suka stiker motor yang ada di bodi standar pabrik, mending dilepas aja. Entah itu pengen ngeganti sama desain stiker yang lebih keren, atau pengen bodi dibikin polos aja tampilannya.

Tapi nyabut stiker itu nggak boleh sembarangan. Salah-salah bisa bikin bodi rusak atau kebaret. Ikutin deh langkah-langkah aman buat nyopot stiker bodi motor berikut ini!

1. Identifikasi stiker

Sebelum mulai mencopot, pertama identifikasi dulu stiker yang pengen dibuang. Ini penting jack! Pasalnya ada stiker yang emang penting dan harus ada di motor. Contohnya kayak sticker cara perawatan motor. Sebaliknya yang nggak penting, kayak gambar sticker di bodi, boleh-boleh aja dicopot.

2. Prioritas

Setelah proses identifikasi selesai, berikutnya cari sticker mana yang susah dan yang gampang dicopot. Yang susah tuh kalo sticker yang nempel dilapisi pake clear coat. Yang gampang tentu aja sticker yang ditempel begitu aja tanpa dilapisi apapun. Dari sini bisa ditentuin mana yang pengen dikerjain lebih dulu.

3. Mencopot sticker tanpa clear coat

Yang ini agak cepet ngerjainnya, apalagi kalo motornya masih baru. Biasanya tuh sticker belum nempel-nempel banget, lantaran lemnya belum rekat banget. Bisa aja langsung dicopot setelah mencungkil bagian ujung-ujungnya pake kuku. Tapi saat mencungkil harus hati-hati, bisa-bisa cat body ikutan terkelupas. Biar lebih aman, panasi dulu sticker pake hair dyer. Panas dari hair dryer bakal mengurangi kerekatan lemnya.

4. Mencopot sticker dengan clear coat

Bagian ini agak susah lantaran harus 2 kali kerja. Pertama adalah mencopot dulu pelapisnya. Setelah itu baru mencopot stickernya. Biar gampang, caranya sih nggak jauh beda dengan cara sebelumnya. Panasin dulu sticker dan pelapisnya yang pengen dicopot, setelah itu baru dikerjain pencopotannya. Biasanya nggak cukup sekali aja pemanasan dengan hair dryer-nya. Pemanasan pertama adalah buat mencopot pelapis, dan pemanasan kedua buat mencopot stickernya.

5. Panasi berulang-ulang

Sebenernya pemanasan nggak cukup dilakuin sekali aja di awal sebelum nyopot sticker. Selama pencopotan kalo bisa pemanasan dilakuin terus-menerus, soalnya siapa tau lemnya cepat mengeras lagi. Lakuin terus pemanasan dengan hair dryer sampai sticker tercopot semua.

6. Semprot cairan pembersih

Setelah sticker berhasil dicopot semua pake cara tadi, biasanya jarang ada bekas lem yang tertinggal. Tapi nggak ada salahnya buat ngebersihin tempat bekas sticker nempel. Caranya bisa memakai semprotan pembersih, misalnya WD-40.

Source : mr2die04.multiply.com

Jangan Remehkan Karat Pada Mobil Anda!

Karat, bagi tiap pemilik mobil adalah ibarat 'mimpi buruk'. Hal itu juga bisa dikatatakan sebagai 'ancaman' bagi mobil Anda, sebab karat bisa memakan body mobil Anda sedikit demi sedikit, seperti wabah yang tak terlihat. Memang, perkaratan adalah sebuah proses yang alami dan tak bisa dihilangkan. Yang mungkin bisa kita lakukan adalah menghambat prosesnya, yakni dengan pengecekan berkala pada body mobil kita yang sekiranya bermasalah.

Karat disebabkan saat permukaan besi yang 'mulus' itu bersentuhan langsung dengan air yang mengandung asam. Pada akhirnya akan terjadi semacam tumpukan bahan kimia yang menjadi ancaman serius bagi mobil. Salah satu kasus timbulnya karat yang sering terjadi adalah saat sebuah batu di biasa atau bahkan di jalan tol terbang dan mengenai permukaan pelindung cat body mobil kita, atau bahkan hingga menyebabkan cat body mobil tersebut terkelupas, hingga terlihat body dari mobil tersebut. Dalam kondisi yang basah, 'luka' body mobil tersebut akan berkarat dan dengan cepat menyebar ke seluruh body mobil. Apalagi saat perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi, kadang-kadang saat mengemudi di jalan raya siang hari malah turun hujan. Namun demikian, pencegahan terhadap timbulnya karat ini sebenarnya relatif mudah, dengan memperhatikan area-area mobil kita yang rawan terserang karat.

1. Bersihkan noda karat dan area selebar kurang lebih satu inci di sekitar noda tersebut dengan menggunakan kain yang telah dicelupkan ke dalam campuran penghilang karat. Bersihkan cat body mobil yang telah terkelupas dan kemudian gosoklah dengan kertas gosok (amplas) hingga karat benar-benar bersih.

2. Setelah noda karat hilang, berikan tiner pembersih primer (bukan penghilang cat) dengan menggunakan sikat gigi bekas. Gosoklah pada bagian yang berkarat dan sekitarnya. Kemudian biarkan tiner tersebut mengering.

3. Gunakan pisau yang tumpul untuk memuluskan kembali permukaan selulose dari body mobil yang telah Anda gosok tadi. Cobalah membuat area yang terkena karat tak meninggalkan bekas.

4. Setelah itu, ambil kertas gosok dengan permukaan yang sedikit lebih kasar, untuk memperhalus permukaan yang telah dibersihkan tadi. Jangan terlalu lama, yang penting area yang telah dibersihkan tadi sudah sama keadaannya dengan area sekitarnya.

5. Jika pembersihan karat itu mengakibatkan cat mobil rusak, sehingga meninggalkan bekas. Maka setelah pembersihan karat, gunakan warna cat mobil dengan yang sama dengan body mobil Anda, untuk 'menutupnya'. Kocoklah dahulu cat, kemudian oleskan cat tersebut dengan menggunakan kawat tebal atau semprotkan cat ke area yang berkarat tadi, dengan perlahan. Kemudian tunggu cat mengering hingga 24 jam, dan kemudian berikan cat pelapis.

Area yang sangat rentan terhadap karat pada mobil Anda adalah area di sekitar roda. Anda bisa mencegah pengkaratan dengan memasang pelapis atau penahan lumpur, yang biasanya dipasang pada body mobil di bagian belakang roda. Selain itu, sekitar pintu dan kunci pintu juga termasuk gampang berkarat.


Source : indonesiaindonesia.com