Showing posts with label Caladium. Show all posts
Showing posts with label Caladium. Show all posts

Caladium



Caladium atau dikenal dengan sebutan keladi merupakan tanaman keluarga Araceae yang menawarkan corak warna daun yang amat mempesona. Ada yang berwarna dominan putih, pink, merah, kuning, atau bahkan paduan dari aneka warna. Siapapun yang memandangnya pasti akan terpikat, apalagi jika menemui keladi dengan warna-warna yang mencolok, terutama hasil silangan dari negeri Thailand.

Perawatan terhadap tanaman ini juga relatif mudah. Kuncinya, media harus diusahakan selalu dalam keadaan basah, tetapi tidak becek. Niscaya, keindahannya akan muncul di sepanjang waktu. Seandainya terjadi kekeringan - sampai batas yang tidak dapat ditoleransi - semua daun akan terkulai dan segera mati. Namun, keadaan seperti itu bukan berarti bahwa keladi mati, melainkan sedang dalam masa yang dinamakan dorman. Pada masa seperti itu, umbi keladi akan terus membesar dan suatu ketika akan tumbuh banyak anakan.

Umumnya keladi menyukai tempat yang agak teduh (dengan naungan net 50%). Namun, beberapa jenis (seperti Red Frill, Rosalie, dan Gingerland) toleran terhadap sinar matahari penuh dan bahkan warnanya semakin memikat.

Keladi mudah dikembangbiakkan, baik melalui pemisahan anakan atau pembelahan umbi.

*)Abdul Kadir adalah Penulis Buku Keladi dan Alokasia Hias, Penerbit Penebar Swadaya, 2006. Buku ini ditulis bersama Terra Ch. Triwahyuni.


Visit our category :


- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits

LEBIH DEKAT DENGAN CALADIUM

Sudah 1,5 abad caladium dibudidayakan. tanaman sekerabat alokasia, colocasia, dan xanthosoma itu berumbi, berakar serabut, dan berbunga sempurna. bentuk buah mirip srikaya dan di dalamnya menampung 200-500 biji berwarna coklat bak wijen. tinggi tangkai daun 40-90 cm. panjang daun mencapai 15-46 cm dengan beragam tampilan, seperti bentuk hati, panjang dan bulat. ukurannya yang terbilang mini cocok sebagai penghias teras rumah. atas keindahannya, caladium dinobatkan sebagai "ratu tanaman hias".

Selain dinikmati keindahannya, beberapa jenis caladium dipercaya mampu menyembuhkan penyakit. Burkill, dalam buku berjudul A Dictionary of The Economic Products Of the Malay Peninsula, menyebutkan C. humboldtii, Schott (C. argyrites, Lem) banyak di jujal di toko herbal Cina.

C. humboldtii juga kerap dijadikan indukan oleh para penyilang untuk menghasilkan caladium berdaun mini. Tak hanya itu saja, C. bicolor dan C. hortulanom rajin dijadikan indukan untuk menghasilkan jenis-jenis baru. Kini ragam hibrid baru itu hadir menyemarakkan bursa tanaman hias di tanah air.

Sejarah mencatat nenek moyang caladium berasal dari hutan Amazon dan kawasan Amerika Selatan beriklim Tropis. Sebut saja Argentina, Bolivia, Brazil, Panama, Peru, Kolumbia, Costa Rica, Ekuador, Guyana Prancis, Guyana, dan Venezuela. Meski berasal dari Benua Amerika, tapi budidaya pertama kali dilakukan di Eropa pada era 1700.

Dalam jurnal University of Florida, Robert A. DeFilipps, Shirley L. Maina, dan Juliette Crepin mengatakan caladium masuk ke Benua Eropa pada 1704. Saat itu C. bicolor (Aiton) Vent dari Suriname dikirim ke Amsterdam Botanic Garden, Belanda. Pekebun itu tertarik melakukan penyilangan. Hasilnya, diperoleh 1.500 varietas baru. Hingga saat ini penanaman caladium di Eropa meluas sampai 688 ha. Yang dipilih adalah caladium bercorak meriah dan berdaun lebar.


Visit our category :

- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits