Bahasa Bunga


Bunga pun bisa menjadi alat komunikasi, ya bahasa bunga atau disebut juga floriography. Berkomunikasi dengan berbagai jenis bunga untuk mengungkapkan perasaan atau menyampaikan pesan secara rahasia.


Setiap bunga memiliki makna tersendiri, contoh yang paling sering kita lihat adalah ketika kita mengungkapkan perasaan cinta terhadap seseorang kita maka kita mengungkapkannya dengan memberikan bunga mawar merah (red rose). Namun bunga mawar pun masih memiliki banyak makna, tergantung pada berapa banyak tangkai bunga juga jenis atau warnanya. contohnya :

Satu tangkai bunga mawar merah = Cinta pada pandangan pertama atau masih mencintaimu.

Tiga tangkai bunga mawar = Aku mencintai mu

Sembilan tangkai bunga mawar = Kita akan bersama selamanya

Mawar hitam = Kamulah obsesiku

Mawar putih = Cinta murni/suci.

dan masih banyak makna terkandung dalam berbagai jenis mawar.

Beberapa jenis bunga dan artinya :

Bunga Akasia = Cinta yang terpendam; Cinta suci.


Bunga Ambrosia = Cinta mu terbalas


Bunga Amarilis = Rasa bangga


Bunga Aster = Simbol cinta dan kehalusan.


Bunga Melati = Keramahan


Bunga Lili Pink = Romantis


Bunga Anggrek = Kecantikan, Gadis cantik, di cina dikenal sebagai simbol banyak anak.


Bunga Dahlia = Penghianatan


Bunga Tulip = Aku Mencintai mu selamanya



Kenapa Kuntum Bunga Anggrek Rontok?



Melihat tonjolan kecil muncul dari tubuh tanaman anggrek kita mungkin sudah sering kita alami. Akan tetapi akan sangat membahagiakan bila tonjolan kecil tadi tumbuh menjadi sebuah tandan bunga dengan calon kuntum yang berderet di sepanjang tandan bunga. Setelah hari demi hari dilalui, calon kuntum semakin membesar dan….tiba tiba 1-2 buah calon kuntum menguning dan rontok….!!?? meskipun beberapa calon kuntum lainnya berhasil dewasa dan mekar sempurna, namun dalam hati ada rasa penasaran, mengapa hal tersebut terjadi….

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan rontoknya calon kuntum bunga sebelum mekar. Berikut saya sari dari diskusi temen-temen di milis anggrek mengenai kerontokan bunga anggrek :

  • Bunga pertama yang muncul dari tanaman anggrek hasil kultur jaringan pada umumnya mengalami kerontokan beberapa calon bunganya, selain itu terkadang panjang tandannya pun hanya pendek dan membawa sedikit kuntum. Hal ini karena tanaman baru pertama kali memasuki fase generatif dalam daur hidupnya, sehingga metabolisme hormon maupun akumulasi atp (energi) masih belum sempurna.
  • Kurang cahaya dapat menyebabkan kerontokan. Saat cahaya terlalu rendah maka laju fotosintesis juga rendah, sehingga cadangan makanan yang diperoleh hanya sedikit. Saat tanaman dipacu pemupukan dengan formulasi untuk pembungaan, maka fisiologis tanaman dirangsang untuk masuk pada tahap dimana fase generatif lebih dominan. Akibatnya dengan cadangan makanan yang ada, si anggrek tetap ngotot untuk memunculkan bunga. Akhirnya, setelah tandan terbentuk, biasanya tandan bunga pendek, dan calon bunga banyak yang berguguran. Hal ini terjadi karena calon-calon kuntum bunga kurang mendapat suplai makanan dan energi. Calon bunga juga merupakan jaringan hidup yang memerlukan energi dan materi sel.
  • Kekeringan akibat suhu tinggi juga salah satu penyebab kenapa calon kuntum bunga rontok. Why?? karena saat suhu tinggi maka penguapan air pun juga tinggi. Cadangan air (kelembaban) pada media yang minim akan cepat hilang karena penguapan. Penguapan tidak hanya terjadi pada media (evaporasi) tapi juga terjadi pada permukaan tanaman anggrek itu sendiri (transpirasi). Bila penguapan air berlangsung terus menerus, maka tanaman akan kehilangan banyak air didalam selnya. Organ yang pertama kali terkena efek buruk dari menurunnya kadar air dalam sel adalah jaringan muda (meristem) seperti calon kuntum bunga, sehingga sel-sel calon kuntum akan menyusut dan jaringan tampak berkerut dan akhirnya gugur.
  • Perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu drastis yang mendadak dapat menyebabkan perubahan fisiologis secara mendadak seperti menurunnya aktifitas enzimatis dalam tubuh tanaman. Aktifitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. Turunnya aktifitas enzimatis ini akan menimbulkan efek “stress” pada tanaman anggrek sehingga berbagai gejala seperti daun menguning dan rontok, calon kuntum bunga rontok dll. Tingkat suhu optimal untuk aktifitas enzim sangat bervariasi tergantung spesies. Selain itu, bagi anggrek dataran tinggi dalam keadaan memiliki calon kuntum, kemudian mendadak dibawa ke dataran rendah, maka penguapan air dalam tubuh tanaman akan drastis meningkat, sehingga organ tanaman yang sensitif (calon kuntum, ujung akar dll) akan menyusut dan layu. Hati-hati buat anggrek yang punya calon kuntum dan dibawa perjalanan jauh dan lama menggunakan mobil ber-ac atau ruang yang panas dan pengap, dikhawatirkan saat keluar mobil, si tanaman akan “terkejut” oleh perubahan suhu yang mendadak.
  • Konsentrasi pupuk daun yang terlalu pekat. Konsentrasi pupuk yang terlalu pekat selain berakibat buruk pada organ tanaman yang lain, calon kuntum bungapun juga sangat peka terhadap kerusakan. Apabila cairan pupuk daun yang terlalu pekat tersebut mengenai calon kuntum bunga maka, cairan pekat tersebut akan dengan mudah menembus dinding sel karena calon kuntum bunga merupakan jaringan muda yang dinding selnya masih tipis. Setelah menembus dindingsel maka cairan pekat akan menyebabkan osmosis yang tidak terkendali, sehingga cairan sel akan keluar dari dalam sel dan terjadilah plasmolisis. Membran sel akan berkerut dan rusak sehingga lambat laun sel akan mati. Dari tampak luar, akan terjadi pengeringan pada calon kuntum bunga kemudian rontok.
  • Invasi oleh lalat (lalat X, masih dalam pencarian tim litbang web.anggrek.org) kemungkinan besar semacam imago serangga dewasa mirip lalat buah atau kupu yang meletakkan telurnya ke bagian kuntum sehingga larva akan memakan kuntum, atau si lalat X tadi menghisap cairan sel dari calon kuntum.
  • Serangan kutu gajah. Kutu gajah memiliki kebiasaan “mencicip-cicip” jaringan jaringan muda untuk dia hisap cairan sel nya. Selain itu, kutu gajah dewasa juga melakukan ritual yang sama untuk menentukan posisi yang tepat untuk si buah hati tersayang. Setelah memperoleh posisi yang tepat dia akan mengebor bagian itu untuk meletakkan telurnya. Bagian kuntum bunga yang masih muda merupakan salah satu bagian favorit si kutu ini. Pas wawancara, kata dia sih rasanya “manis”.
  • Serangan penyakit. Serangan penyakit umumnya merupakan pengaruh sekunder akibat faktor lingkungan yang mendukung. Misal, kelembaban yang terlalu tinggi, sirkulasi udara yang tidak lancar, celah celah pada calon kuntum yang basah (untuk waktu yang lama). Semua hal tadi akan membangkitkan gairah si penyakit untuk melakukan penetrasi ke jaringan muda dari calon kuntum bunga yang notabene merupakan jaringan muda yang masih “empuk” dan sensitif terhadap gangguan pada fisiologisnya.
  • Pengaruh bahan-bahan zat kimia pengatur pertumbuhan seperti hormon dll. Penggunaan yang kurang tepat dapat menyebabkan ketidak seimbangan hormon endogen di dalam tubuh tanaman. Hal ini akan berlanjut pada gangguan pada metabolisme enzimatis pada tanaman, sehingga akan mempengaruhi pada pembelahan sel maupun pada metabolisme penyediaan energi bagi tanaman. Dapat juga menyebabkan peningkatan hormon etilen sehingga dimungkinkan menyebabkan kerontokan calon kuntum bunga.


Visit our category :


- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits

Mengawetkan Kesegaran Bunga Anggrek Potong



Bunga anggrek makin diminati. Pada saat ini makin banyak dihasilkan varietas baru anggrek didalam negeri. Tantangannya adalah menjaga agar bunga anggrek potong dapat tetap segar dalam waktu cukup lama. Pengiriman bunga anggrek potong tanpa pengawet kesegaran bunga, dikhawatirkan menurunkan umur peragaan bunga dan diameter bunga.
Biasanya dilakukan pulsing, yaitu mencelupkan tangkai bunga potong sedalam 4 cm kedalam larutan nutrisi selama 16 jam dalam ruang sejuk (21 derajat celcius), guna memberi bekal nutrisi cadangan sekaligus dapat melindungi tangkai bunga dari serangan mikroorganisme penyumbat pembuluh tangkai. Selama ini dipergunakan larutan pulsing berupa sukrosa 50 g/l, perak nitrat 25 ppm, asam sitrat 200 ppm.

Selain itu gula biasa (gula komersial) bisa digunakan sebagai pengganti sukrosa dalam pulsing. Komposisi bahan yang tepat untuk perlakuan pulsing adalah gula komersial 5 % + perak nitrat 25 ppm + asam sitrat 200 ppm (Prabawati, dkk. 2002). Komposisi ini dapat memperpanjang kesegaran bunga. Jika menggunakan gula komersial 5 % maka biaya larutan menjadi Rp.622,96 per liter larutan atau Rp. 10,30 per tangkai bunga. Jauh lebih murah dibanding dengan sukrosa murni Rp. 20.313,96/ liter larutan.



Visit our category :


- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits