Showing posts with label wedding photo. Show all posts
Showing posts with label wedding photo. Show all posts

Pick A Right Photographer for Your Lifetime Wedding

Acara Pernikahan adalah suatu acara yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Weddingku yakin setiap pasangan inginkan hari itu menjadi hari pernikahan yang terbaik. Bahkan mungkin menjadi sebuah hari kenangan yang tidak lekang oleh waktu. Menjelang hari pernikahan, biasanya para calon pengantin (capeng) akan mulai sibuk mengatur setiap detail persiapan. Mulai dari memilih catering, baju pengantin, desain kartu undangan, mobil pengantin, para pengapit pengantin, cincin pengantin sampai memenuhi kebutuhan orang tua, kakak dan adik yang akan hadir di sana.

Nah, seringkali untuk urusan foto, capeng tidak terlalu concern. Karena kebanyakan mengambil sistem paket dan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut untuk dieksekusi si fotografer. Di dalam artikel ini, Weddingku ingin sedikit membantu para capeng tentang bagaimana cara memilih fotografer wedding dan bagaimana fotografer membuat foto sesuai dengan keinginan capeng. Karena sekali moment pernikahan Anda terlewatkan, tidak ada tombol UNDO untuk mengulang hasil foto-foto tersebut.

View La Vie En Rose CollectionsHow to choose a photographer?

Mulailah luangkan waktu untuk membaca majalah, browsing di internet dan bertanya kepada saudara atau teman kerja yang sudah menikah tentang fotografer yang pernah mereka pakai. Pasti hasil pendapat mereka beragam. Setelah mendengar berbagai pendapat, cobalah bicarakan kepada pasangan Anda ingin memiliki konsep foto seperti apa untuk album pernikahan Anda. Apakah ingin dengan nuansa sephia, hitam putih atau colorful. Apakah ingin dengan tema fun, santai atau bahkan yang formal. Setelah mendiskusikan dengan pasangan Anda, barulah Anda mulai memilih fotografer yang sesuai dengan konsep Anda. Lihatlah hasil-hasil foto mereka di album-album yang pernah mereka buat. Perlu diingat, tidak semua fotografer yang ahli memotret indoor (dalam studio), ahli juga dalam session foto outdoor. Begitu juga tidak semua fotografer yang biasa memotret still photo, bagus dalam hal mengambil foto candid. Jadi pilihlah fotografer yang kira-kira sudah pernah mengerjakan konsep seperti yang Anda inginkan dan hasilnya bagus menurut Anda.

Satu-satu cara adalah mengkomunikasikan keinginan Anda. Anda dan pasangan Anda harus meluangkan waktu bertemu dengan si fotografer untuk membahas konsep foto yang Anda inginkan. Kebanyakan pasangan tidak mau repot. Mereka hanya menelpon atau pun memberitahukan sambil lalu kepada wedding organizer untuk menyampaikan keinginannya. Seperti dalam permainan kuda bisik waktu kita kanak-kanak, perkataan yang sudah melewati 2-3 telinga, biasanya sedikit banyak akan mengalami perubahan arti. Jadi sebisa mungkin Anda luangkan waktu bertemu dengan si fotografer. Hanya itu kuncinya! Biasanya foto pengantin dibagi menjadi dua tahap, yaitu foto pre-wedding dan foto on the wedding day. Bila pilihan Anda sudah Anda jatuhkan kepada satu fotografer, dianjurkan supaya fotografer yang sama memotret di pre-wed Anda sekaligus di hari H pernikahan Anda. Karena Anda akan mendapatkan kesamaan feel and soul photo dari si fotografer. Kecuali, ada factor X di mana foto pre-wed Anda tidak memuaskan seperti keinginan Anda, sebaiknya secepat mungkin mencari fotografer lainnya. Itu sebabnya alangkah lebih baik foto pre-wedding Anda tidak terlalu dekat dengan hari H pernikahan Anda, supaya bila terjadi hal-hal seperti di atas Anda masih memiliki waktu untuk mencari fotografer lain. Disarankan minimal 1 bulan sebelum hari H pernikahan.

If you hired him, trust him

Kepercayaan adalah langkah terakhir yang harus Anda ambil setelah melewati beberapa tahap di atas. Seringkali pengantin tidak menikmati pernikahannya sendiri. Hal tersebut dengan mudah terlihat dari ekspresi pengantin saat gambarnya diabadikan oleh fotografer. Pengantin sering mengurus hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diserahkan ke orang lain. Mungkin salah satu alasannya karena tidak percaya dengan result-nya bila hal tersebut dikerjakan orang lain. Saran kami adalah Anda harus percayakan hal tersebut dan nikmatilah pernikahan Anda! Mulai dari urusan foto, catering, bucket, dekorasi, warna karpet bahkan sampai seluruh waktu kalian selama 1 hari itu. Begitu juga halnya dalam urusan foto. Kadang pengantin punya 'gaya' sendiri saat difoto, padahal fotografer sudah mempersiapkan alur foto yang akan diambil. Atau kadang di luar fotografer yang di-hire, pengantin meminta tolong kepada sanak saudara atau teman yang juga memiliki kamera. Hal tersebut bisa jadi sangat mengganggu tugas si fotografer. Bisa saja sanak saurdara itu justru menghalangi pandangan fotografer saat mengambil momen-momen penting dalam upacara sakral. Saran kami, percayakan saja dokumentasi pernikahan Anda kepada fotografer yang profesional.



source : http://w3.weddingku.com/

Paket, Lepasan atau dengan Wedding Organizer?

Mempersiapkan acara resepsi pernikahan membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Hal ini dirasakan bagi mereka yang tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta. Kesibukan dalam bekerja dan aktivitas lainnya seringkali menjadi prioritas utama sehingga hanya sedikit waktu yang tersisa untuk keperluan pribadi anda seperti mempersiapkan acara pernikahan.


Secara umum ada tiga cara yang dilakukan masyarakat Indonesia, terutama di daerah perkotaan, dalam mempersiapkan acara resepsi pernikahan, yaitu: menggunakan paket pernikahan, sistim lepasan, atau menggunakan jasa Wedding Organizer.

Paket Pernikahan
Image Paket Pernikahan sering digunakan oleh sebagian masyarakat karena sangat praktis dan ekonomis. Paket ini biasanya banyak ditawarkan oleh vendor-vendor katering disamping memasarkan jasa kateringnya. Harganya bisa beragam tergantung isi yang ditawarkan. Paket dirasakan mudah karena pelanggan hanya cukup menghubungi satu vendor utama (biasanya dari katering) sebagai perantara kepada vendor-vendor yang lain. Namun demikian sistim paket memiliki banyak batasan, antara lain: lokasi gedung, jumlah dan jenis menu katering, kelengkapan pelaminan/dekorasi dan fasilitas dokumentasi. Anda tidak memiliki kebebasan untuk memodifikasi atau merubah paket tersebut, kalaupun bisa anda akan dikenakan harga-harga tambahan yang cukup mahal. Secara keseluruhan sistim ini cocok bagi anda yang fokus kepada dana.

Sistim Lepasan
Sistim ini digunakan kalau anda memiliki banyak waktu luang dan menyukai ornamen-ornamen tambahan. Anda mencari sendiri vendor-vendor pernikahan yang sesuai dengan selera anda, membicarakan rencana-rencana anda dan bernegosiasi dengan mereka. Dari sisi kualitas bisa lebih baik tetapi dari sisi biaya bisa lebih tinggi dibandingkan Paket Pernikahan. Disamping itu anda juga dituntut memiliki pengetahuan yang luas mengenai produk dan harga yang ditawarkan masing-masing vendor.

Jasa Wedding Organizer
Sistim ini sebenarnya perpaduan dari sistim paket pernikahan dan lepasan. Anda ingin suatu acara resepsi yang menarik namun waktu anda sangat terbatas atau anda tidak memiliki kemampuan teknis untuk melaksanakannya. Anda menghubungi Wedding Organizer dan membicarakan rencana resepsi pernikahan yang akan anda buat. Wedding Organizer ini yang nantinya akan membantu anda mencari vendor-vendor yang sesuai dengan acara yang ingin anda buat dan juga batasan dana yang telah anda tetapkan. Selain itu jasa yang ditawarkan oleh Wedding Organizer biasanya lebih luas daripada Paket Pernikahan. Ruang lingkupnya dimulai dari pembuatan konsep acara, penyusunan budget pernikahan dan proposal yang nantinya akan diajukan kepada anda untuk dimintai persetujuan. Selain itu Wedding Organizer membantu anda membuat design kartu undangan, dekorasi pernikahan, pemilihan souvenir, acara foto prewedding, meeting teknis persiapan dengan panitia pesta dan vendor serta koordinasi dengan panitia dan vendor yang terlibat pada saat acara pernikahan berlangsung. Dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tentunya anda juga dikenakan biaya tambahan untuk jasa Wedding Organizer tersebut.



Source: http://www.revy-weddingorganizer.blogspot.com/

Menyiapkan ‘ Prewedding Photo ‘

Di Indonesia, prewedding photo merupakan trend yang tampaknya telah membudaya. Kumpulan foto-foto ini biasanya dipajang pengantin sepanjang di beberapa titik di tempat resepsi pernikahan. Padahal di luar negeri, istilah prewedding photo justru tidak dikenal. Bagi anda & pasangan yang akan melakukan prewedding photo, perhatikan tips-tips di bawah ini :

* Sebaiknya pilih konsep foto pernikahan natural, bukan gaya yang aneh-aneh. Karena yang lebih utama disini adalah interaksi yang harmonis antara anda berdua.

* Jangan terlalu ambil pusing tentang tema foto, kostum, & hair-do. Jangan terlalu “strict” dengan hal-hal tertentu yang justru membuat anda bingung. Misalnya : jika anda memilih lokasi seperti “chinatown”, bukan berarti anda juga harus berkostum dengan style gaun Cina. Di area tersebut, anda tetap bisa memilih gaya pakaian casual.

* Kostum pada saat foto prewedding yang bisa dipilih : casual, tradisional, & formal.

* Memakai riasan yang soft, bukan riasan seperti memakai “topeng”. Jika pose diambil dalam banyak shoot, sesekali perlu touch-up agar muka tidak tampak berminyak & bibir tidak tampak kering. Si laki-laki pun perlu diberi bedak tipis-tipis.

* Agar anda berdua tampak “fotogenic”, berposelah tulus serta “lepas” hingga anda merasa nyaman. Dalam proses pengambilan foto , anda berdua bahkan bisa saling bercerita, melempar “jokes”, ataupun mungkin berkomunikasi yang menunjukkan rasa sayang. Yang penting, jangan stress, kaku, & tegang ! Niscaya semua foto anda akan terlihat indah. (e*y)

* Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer prewedding mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer. Foto Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.

* Paket foto prewedding yang murah. Hei, seorang teman yang menyukai fotografi mengatakan bahwa fotografi bukan produk generik. Jadi Anda jangan langsung memilih produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitasnya. Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitasnya jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata

Advice by Darwis Triadi

Dikutip dari Weddingku.com

Tips Memilih Foto untuk acara penikahan / resepsi pernikahan

Mengabadikan Pernikahan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video pernikahan maupun foto pernikahan. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa fotografi / jasa video shooting sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian, berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai fotografi bagi Anda.

1. Paket foto pernikahan / paket video shooting untuk pernikahan dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas baik. Kualitas karya fotografi tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan, kok. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi Anda akan lebih jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda di luar batas.

2. Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama.
3. Hitam & Putih. Jika foto hitam putih menjadi pilihan Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer pernikahan akan menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda. Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak foto tersebut.

4. Pencahayaan. “Payung” dan kotak-kotak yang terdapat di studio dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan yang lebih lembut. Untuk itu Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret. Perhatikan apakah gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam nantinya, untuk ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga dimensi, tidak hanya pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.

5. Kontrak. Jika Anda membuat perjanjian mengenai foto, misalnya jumlah foto yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan foto Anda dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja. Pastikan bahwa Anda dan pasngan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.

6. Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.

sumber : http://indonesia-tourism.com/

6 Tips Pernikahan Hemat

Merencanakan pesta pernikahan yang indah bukan berarti biaya harus membengkak, apalagi sampai berutang pada pihak lain. Simak tips berikut ini agar biaya pesta pernikahan agar tetap terjangkau:

1. Sedini mungkin
Buat rencana pernikahan jauh-jauh hari, untuk menghindari biaya dadakan yang akan membuat dana membengkak. Mulailah mencari lokasi pernikahan, jumlah tamu yang akan diundang, dan sebagainya. Bandingkan beberapa lokasi yang Anda incar, dan pilih yang memberikan fasilitas paling lengkap dengan harga cukup murah.

2. Waktu menikah
Hindari musim pernikahan atau bulan yang ramai untuk mengadakan pesta pernikahan setelah Lebaran. Ketika bukan musimnya, biasanya penyedia jasa pernikahan bersedia memberikan diskon.

3. Busana Pengantin
Meski Anda berharap ini adalah pernikahan sekali seumur hidup, bukan berarti Anda boleh “tutup mata” terhadap biaya busana pengantin. Pilih busana yang harganya terjangkau, toh hanya akan dikenakan satu kali. Tak perlu iri pada busana mewah yang dikenakan pengantin lain, karena bisa jadi mereka lebih mampu secara finansial dibanding Anda.

4. Belanja
Bandingkan beberapa penyedia jasa pernikahan atau event organizer, cari yang paling Anda suka dan membuat Anda merasa nyaman bila bekerja sama dengannya. Jangan sungkan bernegosiasi harga. Pesan cincin, bunga, dekorasi, musik pengiring dan dokumentasi pernikahan Anda tanpa terburu-buru. Minta rekomendasi dari teman atau kerabat bisa dilakukan.

5. Memilih Jasa Pernikahan
Dalam hal ini di perlukan ketelitinan untuk anda dalam memilih jasa pernikahan atau wedding organizer, untuk hal ini anda harus memilih berdasarkan pengalaman dan paket pernikahan yang di tawarkan.