Banyak kita baca di media massa BMT (Baitul Maal wa tamwil) yang merugi dan berguguran. Itu selain karena pengurus kurang profesional dan amanah juga karena strategi yang digunakan keliru. Misalnya pinjaman diberikan untuk pinjaman konsumtif seperti kredit motor. Padahal harusnya untuk pinjaman produktif sehingga bagi hasil bisa berjalan dan dinikmati.
Selain itu pola Grameen Bank yang berhasil memberikan pinjaman tanpa agunan / kredit pinjaman tapi tingkat pengembaliannya tinggi juga bisa ditiru. GB hanya memberikan pinjaman tanpa agunan pada kelompok yang terdiri dari 5 orang. Pinjaman pertama untuk 2 orang. Setelah lunas pinjaman diberikan pada 2 orang berikutnya. Setelah lunas lagi baru diberikan pada yang terakhir. Setiap peminjam harus menabung sejumlah kecil uang.
Berikut bagi pengalaman yang diberikan oleh pak Ediyus di Riau yang berhasil mengembangkan BMT dari modal Rp 100 juta hingga menjadi Rp 3 milyar!
BMT secara badan hukum harus berbentuk koperasi, dalam prakteknya BMT di-awasi oleh PINBUK, sebagaimana juga koperasi pada umumnya, maka para pendiri diperbolehkan mempunyai hak-hak khusus. Mungkin untuk kriteria pendirian lebih baik bertanya langsung pada PINBUK, karena pada prinsipnya PINBUK tsb sama setiap daerahnya.
Dalam AD/ART, sebaiknya kita harus benar-benar membuat batasan tegas agar BMT tsb benar-benar berjalan sesuai dengan Syari’ah, biasanya poin yang sangat rentan adalah masalah bentuk-bentuk dan tatacara peminjaman, serta kemana dana yang dipinjamkan tsb digunakan.
Juga untuk mengantisipasi masuknya ide sekuler, maka pada AD/ART nya BMT yang akan dirikan, sebaiknya dibuat dipasal tentang hak suara… yaitu hak suara antara Anggota Istimewa dan Anggota Biasa… anggota Istimewa tadi yaitu para pendiri dan atau yang memiliki dana yang besar di BMT, memiliki hak suara lebih…. nah, jika ada anggota baru mau memasukan dana yang cukup signifikan, maka perlu persetujuan Anggota Istimewa tadi… Dan jangan lupa untuk menambahkan bahwa ide/usulan dari anggota, baru akan dijalankan setelah mendapat legalisasi dari dewan syariah…. dewan syariah biasanya terdiri dari alim ulama yang mengerti tentang bisnis Islami….
Karena berbentuk koperasi, tentunya modal awal BMT tidaklah besar, maka sebaiknya BMT didirikan disekitar pasar, karena sektor inilah yang paling menunjang pertumbuhan BMT. Kita bisa memberikan pinjaman dengan sistem mudharabah pada pedagang kecil, yang insya ALLAH bisa dihitung keuntungannya harian, jadi mereka bisa setor harian. Lagi pula BMT juga bisa mengeliminisir ijon atau rentenir. SubhanaLLAH, BMT Bina-Swadaya yang berada di Duri-RIAU, yang tadinya hanya bermodal sekitar 100Juta, saat ini sudah mengelola sekitar 3-milyar.
Lain halnya dengan pinjaman produktif, pihak BMT bisa memberikan pasal, untuk memberi-hak pada BMT untuk ikut campur-tangan dalam proses mendirikan usaha, agar usaha tadi tidak jatuh. Tentunya BMT harus mengeluarkan ekstra effort untuk melakukan pembinaan mereka, namun hal tsb-lah nilai plus BMT, sehingga insya ALLAH kedepannya BMT bisa mencetak pribadi-pribadi muslim yang mandiri yang cekatan dalam berbisnis. Dan bisa mengangkat martabat mustahik menjadi muzakki, insya ALLAH.
source : http://infoindonesia.wordpress.com/
Ragam contoh artikel, artikel jurnal, artikel makalah, artikel akuntansi, artikel perusahaan, artikel indonesia, artikel artikel, artikel keuangan, artikel media, artikel software, artikel administrasi, artikel perencanaan, artikel usaha, artikel industri, artikel sumber daya manusia, artikel kewirausahaan, artikel sdm, artikel modal, artikel kerja, artikel kepemimpinan, artikel organisasi, artikel informasi, artikel teknologi informasi, artikel sistem informasi
Showing posts with label pinjaman usaha. Show all posts
Showing posts with label pinjaman usaha. Show all posts
Cara Memperoleh Pinjaman uang / pinjaman tunai dari Bank
Beberapa tips dibawah ini, mungkin akan membantu Anda untuk memperoleh kredit dari bank.
1. Yakinkanlah kepada petugas bank, bahwa kredit yang Anda butuhkan itu untuk pinjaman usaha .Ajukanlah pinjaman kepada bank yang betul-betul mengetahui bisnis Anda. Anda jangan takut, karena pinjaman inilah yang sejatinya diinginkan oleh petugas bank. Untuk memperbesar peluang carilah bank yang aktif memberikan pendanaan untuk bisnis UKM. Ada beberapa bank dan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman secara konvensional tanpa dukungan pemerintah. Namun, Anda harus ingat bahwa bank selalu menuntut persyaratan jaminan sebagai tahap awal.
2. Sebagai pebisnis, pastikan bahwa Anda benar-benar siap dating ke bank dengan mengajukan pinjaman.Anda harus bisa meyakinkan pihak bank, bahwa pinjaman yang Anda ajukan adalah pinjaman bisnis yang berisiko kecil. Siapkan formulir permohonan pinjaman yang sudah lengkap, foto kopi proyeksi cashflow, proyeksi laporan keuangan untuk tiga tahun ke depan.
3. Siapkan Jawaban tepat atas pertanyaan yang diajukanIngat, kombinasi informasi dan persiapan adalah alat yang kuat dalam dunia. Seorang peminjam yang teliti dan siap akan mendapat peluang empat kali lebih besar ketimbang peminjam yang tidak siap dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh petugas bank. Untuk melengkapi keseriusan dan persiapan Anda, siapkanlah bisnis plan dalam menjawab pertanyaan pihak bank. Pertanyaan tersebut antara lain : Berapa banyak dana yang Anda butuhkan? Berapa lama Anda membutuhkan dana tersebut? Jawablah dengan detil mengenai penggunaan dana tersebut dan jelaskanlah bahwa bisnis Anda berisiko kecil. Kapan Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut? Jelaskanlah bahwa proyeksi cashflow Anda akan lancar dan bisnis yang Anda jalankan bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Tunjukkan bahwa Anda mampu mengelola dana tersebut lewat rencana bisnis (business plan)Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila proposal pinjaman Anda ditolak?
4. Jangan bersikap negative dan meminta maaf Waspadailah sikap negatif Anda. Tampilkan diri Anda sebagai entrepreneur yang bisa mengembalikan kredit tersebut. Tonjolkan citra (image) Anda dengan memberikan benda-benda promosi bisnis, seperti : brosur, iklan, artikel, press release kepada pihak bank
5. Pilihlah kredit tanpa angunan atau pinjaman tanpa angunan sehingga membuat ringan anda, tapi anda harus tetap memperhatikan surat perjanjian pinjaman yang telah dibuat.
6. Jangan berlebihan dalam mengisi permohonan pinjamanPihak bank dapat dengan mudah mengecek fakta dari permohonan Anda. Jika Anda tidak dapat memberikan keterangan yang didukung dengan data kuat, maka jangan dimasukkan dalam permohonan. Luangkan waktu untuk melakukan riset sehingga mampu menyajikan keterangan yang masuk akal. Akan lebih baik lagi kalau bisnis Anda prospektif dan memiliki asset serta collateral (jaminan)
7. Pastikan dokumen Anda teratur rapi, dapat dibaca dan tersusun dalam kesatuan yang menarik. Ketiklah semua dokumen permohonan pinjaman. Dokumen dengan tulisan tangan terlihat tidak professional. Jangan lupa buatlah selalu surat pengantar.
8. Jangan mendesak loan officer untuk membuat keputusan.Tindakan ini akan berakibat suatu penolakan. Pihak bank tidak akan membuat keputusan sebelum semua dokumen Anda lengkap. Untuk menjamin cepatnya kredit itu cair, pastikanlah bahwa dokumen permohonan yang Anda ajukan sudah lengkap.
9. Percaya diri Sikap percaya diri sangat mendukung untuk memperoleh pinjaman. Tunjukkan Anda dapat sukses dengan kredit dari bank. Visualisasikan pikiran Anda dengan hasil positif dari pinjaman tersebut.
10. Tetap mencoba untuk mencari kredit ( pinjaman dana tunai )sampai berhasil Apabila Anda ditolak, carilah bank lain. Carilah referensi dari pebisnis sukses. Sebelum Anda ke bank langsung, carilah teman, rekan kerja atau kenalan yang memiliki posisi bagus dengan bank. Pihak bank biasanya lebih suka berbisnis dengan orang-orang yang direferensikan oleh customer terbaik mereka.
11. Diskusikan risiko dalam bisnis AndaIngatlah, bisnis selalu mengandung risiko. Jika Anda tidak membicarakan risiko, maka pihak bank beranggapan bisnis Anda terlalu muluk-muluk. Pihak bank hanya ingin mengetahui bagaimana Anda mengatasi risiko bila bisnis Anda gagal. Selain itu, mereka juga ingin tahu bagaimana Anda mengatasi bila bisnis itu sukses.
12. Ingatlah, memperoleh pinjaman pertama kali akan sulit sekali!Pihak bank lebih suka memberikan kredit pada orang yang pernah meminjam dan telah melunasi pinjaman pertamanya. Mereka bukan kapitalis spekulan yang membuat pinjaman berisiko namun berharap pada prospek keuntungan bisnis Anda. Pihak bank lebih suka meminjamkan kepada bisnis yang berisiko kecil, usaha yang kecil ketimbang bisnis berisiko tinggi dan tidak ada track record keberhasilannya.
source : http://www.majalahpengusaha.com/
1. Yakinkanlah kepada petugas bank, bahwa kredit yang Anda butuhkan itu untuk pinjaman usaha .Ajukanlah pinjaman kepada bank yang betul-betul mengetahui bisnis Anda. Anda jangan takut, karena pinjaman inilah yang sejatinya diinginkan oleh petugas bank. Untuk memperbesar peluang carilah bank yang aktif memberikan pendanaan untuk bisnis UKM. Ada beberapa bank dan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman secara konvensional tanpa dukungan pemerintah. Namun, Anda harus ingat bahwa bank selalu menuntut persyaratan jaminan sebagai tahap awal.
2. Sebagai pebisnis, pastikan bahwa Anda benar-benar siap dating ke bank dengan mengajukan pinjaman.Anda harus bisa meyakinkan pihak bank, bahwa pinjaman yang Anda ajukan adalah pinjaman bisnis yang berisiko kecil. Siapkan formulir permohonan pinjaman yang sudah lengkap, foto kopi proyeksi cashflow, proyeksi laporan keuangan untuk tiga tahun ke depan.
3. Siapkan Jawaban tepat atas pertanyaan yang diajukanIngat, kombinasi informasi dan persiapan adalah alat yang kuat dalam dunia. Seorang peminjam yang teliti dan siap akan mendapat peluang empat kali lebih besar ketimbang peminjam yang tidak siap dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh petugas bank. Untuk melengkapi keseriusan dan persiapan Anda, siapkanlah bisnis plan dalam menjawab pertanyaan pihak bank. Pertanyaan tersebut antara lain : Berapa banyak dana yang Anda butuhkan? Berapa lama Anda membutuhkan dana tersebut? Jawablah dengan detil mengenai penggunaan dana tersebut dan jelaskanlah bahwa bisnis Anda berisiko kecil. Kapan Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut? Jelaskanlah bahwa proyeksi cashflow Anda akan lancar dan bisnis yang Anda jalankan bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Tunjukkan bahwa Anda mampu mengelola dana tersebut lewat rencana bisnis (business plan)Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila proposal pinjaman Anda ditolak?
4. Jangan bersikap negative dan meminta maaf Waspadailah sikap negatif Anda. Tampilkan diri Anda sebagai entrepreneur yang bisa mengembalikan kredit tersebut. Tonjolkan citra (image) Anda dengan memberikan benda-benda promosi bisnis, seperti : brosur, iklan, artikel, press release kepada pihak bank
5. Pilihlah kredit tanpa angunan atau pinjaman tanpa angunan sehingga membuat ringan anda, tapi anda harus tetap memperhatikan surat perjanjian pinjaman yang telah dibuat.
6. Jangan berlebihan dalam mengisi permohonan pinjamanPihak bank dapat dengan mudah mengecek fakta dari permohonan Anda. Jika Anda tidak dapat memberikan keterangan yang didukung dengan data kuat, maka jangan dimasukkan dalam permohonan. Luangkan waktu untuk melakukan riset sehingga mampu menyajikan keterangan yang masuk akal. Akan lebih baik lagi kalau bisnis Anda prospektif dan memiliki asset serta collateral (jaminan)
7. Pastikan dokumen Anda teratur rapi, dapat dibaca dan tersusun dalam kesatuan yang menarik. Ketiklah semua dokumen permohonan pinjaman. Dokumen dengan tulisan tangan terlihat tidak professional. Jangan lupa buatlah selalu surat pengantar.
8. Jangan mendesak loan officer untuk membuat keputusan.Tindakan ini akan berakibat suatu penolakan. Pihak bank tidak akan membuat keputusan sebelum semua dokumen Anda lengkap. Untuk menjamin cepatnya kredit itu cair, pastikanlah bahwa dokumen permohonan yang Anda ajukan sudah lengkap.
9. Percaya diri Sikap percaya diri sangat mendukung untuk memperoleh pinjaman. Tunjukkan Anda dapat sukses dengan kredit dari bank. Visualisasikan pikiran Anda dengan hasil positif dari pinjaman tersebut.
10. Tetap mencoba untuk mencari kredit ( pinjaman dana tunai )sampai berhasil Apabila Anda ditolak, carilah bank lain. Carilah referensi dari pebisnis sukses. Sebelum Anda ke bank langsung, carilah teman, rekan kerja atau kenalan yang memiliki posisi bagus dengan bank. Pihak bank biasanya lebih suka berbisnis dengan orang-orang yang direferensikan oleh customer terbaik mereka.
11. Diskusikan risiko dalam bisnis AndaIngatlah, bisnis selalu mengandung risiko. Jika Anda tidak membicarakan risiko, maka pihak bank beranggapan bisnis Anda terlalu muluk-muluk. Pihak bank hanya ingin mengetahui bagaimana Anda mengatasi risiko bila bisnis Anda gagal. Selain itu, mereka juga ingin tahu bagaimana Anda mengatasi bila bisnis itu sukses.
12. Ingatlah, memperoleh pinjaman pertama kali akan sulit sekali!Pihak bank lebih suka memberikan kredit pada orang yang pernah meminjam dan telah melunasi pinjaman pertamanya. Mereka bukan kapitalis spekulan yang membuat pinjaman berisiko namun berharap pada prospek keuntungan bisnis Anda. Pihak bank lebih suka meminjamkan kepada bisnis yang berisiko kecil, usaha yang kecil ketimbang bisnis berisiko tinggi dan tidak ada track record keberhasilannya.
source : http://www.majalahpengusaha.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)