Lembah Bunga Yang Eksotis

India adalah sebuah negeri yang sama tuanya dengan waktu, indah dan eksotis. Di daerah Garhwal Himalaya di negara bagian Uttaranchal, India, bau wangi berbagai jenis bunga yang tumbuh di pegunungan yang tinggi itu seolah olah membawa kita ke dunia lain. Sungai-sungai dengan airnya yang jernih yang mengalir di dasar lembah dan kicauan burung-burung menambah asyiknya suasana yang surgawi itu.

Inilah Lembah Bunga sebagaimana dikenal oleh masyarakat setempat selarna ratusan tahun — tetapi baru diperkenalkan kepada dunia pada tahun 1931 oleh Frank Smyth, seorang warga negara lnggris dalam bukunya “The Valley of Flowers”. Terbitnya buku tersebut pada pada tahun 1937 telah membuat daerah tersebut sangat terkenal. Bahkan daerah yang bernama Lembah Bhyndar, tempat bermainnya para bidadari, juga dirubah namanya menjadi Lembah Bunga (Valley of Flowers).

Valley of Flowers terletak antara puncak-puncak gunung dan sebagian diantaranya tertutup salju. Beberapa buah air terjun dan mata-mata air menjadi batas pemisah antara bunga-bunga yang terdiri dari berbagai jenis dan warna tersebut.... kuning, pink, merah dan putih. Flora di lembah ini juga terdiri dari beragam jenis tanaman, termasuk tanaman obat.

Lembah Bunga tidak selamanya berbunga. Pada musim dingin (Nopember-Mei), selimut salju yang tebal dan putih bersih menutupi seluruh lanskapnya. Dan dengan datangnya musim semi, Lembah Bunga memperoleh nafas baru. Bunga-bunganya bermacam-macam dan tak terhitung banyaknya. Pada musim hujan (Juni) lembah ini pun diguyur hujan lebat dimana warna merah dan pink mendorninasi suasana, tetapi tanpa mcngurangi keindahan warna-warna lain seperti kuning, jingga dan putih. Pada bulan-bulan Juli sampai Agustus leinbah ini benar-benar penuh dengan bunga dari berbagai jenis dan warna. Pada bulan September Valley of Flowers berubah warna menjadi coklat dcngan suasana yang tenang dan damai.
Sementara lembah ini sangat disenangi oleh para pencinta alam, Departemen Kehutanan Negara Bagian Uttaranchal telah mengidentifikasi dua lembah lainnya yang tak kalah indahnya yang juga tcrletak di Himalaya. Kedua lembah ini kaya dengan flora dan fauna liar... menunggu untuk dijelajahi. Kedua lembah “baru” tersebut adalah Lembah Chenew dan Lembah Kheero — yang berdekatan dengan Lembab Bunga. Keduanya terletak di kaki puncak gunung Neelkanth yang terkenal itu dan termasuk kedalam wilayah Hutan Lindung dari Nanda Devi Forest Division.

Visit our category :

- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits

ANYELIR


Bunga anyelir atau disebut juga bunga teluki, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai carnation, mempunyai nama ilmiah Dianthus caryophyllus. Tanaman ini berasal dari kawasan Mediterania. Bunga anyelir memiliki warna yang terang dan berwarna-warni, sehingga sering digunakan sebagai hiasan. Ada dua jenis tanaman anyelir yaitu jenis satu bunga bagi setiap tangkai dan jenis `spray', banyak bunga bagi setiap tangkai.
Tanaman bunga anyelir dapat hidup selama 18-20 bulan. Tanaman ini dapat mencapai ketinggian sampai 2 meter, namun untuk dapat tumbuh tegak ia harus diikat dengan penyokong. Garis pusat batang tanaman bunga anyelir dapat mencapai 1 cm. dan biasanya membengkak pada buku/ruas.

Visit our category :

- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits

Dahlia, Indah Bunganya, Manjur Umbinya


PADA tahun 1872, Meksiko mengirim sekotak umbi dahlia ke negeri Belanda. Dari sekotak umbi bunga dahlia tersebut ternyata hanya satu umbi yang berhasil tumbuh dengan baik, namun menghasilkan bunga nan indah berwarna merah dengan daun bunga yang runcing. Belakangan, bukan hanya keindahan yang menjadi pesonanya. Ternyata dahlia ”menimbun” rahasia yang beberapa tahun terakhir ini menyita perhatian para ahli pangan seantero jagat. Apalagi kalau bukan sebagai sumber inulin yang bermanfaat.

Botani

Dahlia (Dahlia pinnata Cav.) merupakan tanaman yang mudah ditemukan hampir di seluruh dunia. Penamaan tanaman ini mengikuti nama Andreas Dahl, ilmuan berkebangsaan Swedia yang berperan penting dalam mengembangkan dan memopulerkan dahlia tersebut. Tanaman dahlia tumbuh dengan membentuk rumpun umbi akar pada bagian dasar dari batangnya. Tanaman dahlia dapat dikembangkan dengan tiga cara yaitu perbanyakan generatif dengan benih, perbanyakan vegetatif dengan stek, dan perbanyakan vegetatif dengan umbi. Sejalan dengan perkembangan teknologi perbenihan, saat ini telah dikembangkan metode perbanyakan dahlia melalui kultur jaringan.

Umbi dahlia dipanen pada saat tanaman berumur minimal tujuh bulan setelah ditanam. Dahlia jenis kaktus dan dahlia berumbi besar dapat menghasilkan lebih dari 25 ton umbi segar per hektare. Negara yang paling banyak memliki koleksi jenis dahlia adalah Meksiko dan Guatemala. Mereka memiliki 12 hingga 20 jenis dahlia, di mana 6 di antaranya telah dikembangkan menjadi tanaman hias.

Dari satu rumpun tanaman dahlia dapat dihasilkan umbi sebanyak 2 - 5 kg, bergantung pada varietas dan kesuburan tanaman tersebut. Umbi akar dahlia mengandung 80 persen air dan 20 persen padatan. Padatan tersusun oleh kira-kira 85 persen bahan penghasil gula yang disebut inulin dan bahan berselulosa.

Karakteristik

Nyatanya, inulin inilah yang menyebabkan umbi dahlia berasa “manis”. Inulin merupakan polimer fruktosa yang mengandung rantai ikatan linier �-2,1 dan satu unit terminal glukosa di ujungnya dengan ikatan �-1,2. Bobot molekul inulin beragam antara 3.500 – 5.500 gram/mol. Dengan demikian, jika rantai suatu molekul inulin dihidrolisis, akan menghasilkan sirup fruktosa dengan campuran sedikit glukosa. Dengan sifat tersebut, umbi dahlia berpotensi menghasilkan sirup fruktosa yang selama ini diproduksi dari bahan berpati melalui proses hidrolisis enzimatis atau kimiawi.

Inulin dahlia dapat diisolasi dari sumbernya (umbi dahlia) menggunakan pelarut etanol, kemudian dikeringkan dan digiling. Selain kegunaannya untuk memproduksi fruktosa, beberapa publikasi menyebutkan keunggulan inulin lainnya terutama untuk kesehatan. Sejumlah riset terkini menyebutkan bahwa penambahan inulin dahlia pada sejumlah makanan mampu mengendalikan berat badan serta dapat mengobati hipoglisemik.

Hasil riset lain menyebutkan, inulin dahlia sangat efektif untuk menekan nafsu makan dan mampu mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Bagi olah ragawan yang mengandalkan body building, inulin dahlia dapat mengurangi pemecahan jaringan otot dan dapat meningkatkan massa otot. Inulin dahlia disebutkan juga dapat memfasilitasi metabolisme gula dalam proses glikolisis. Di samping itu, inulin dahlia mampu menyediakan energi dalam jangka panjang (hingga mencapai 10 jam), sehingga hal ini cocok dikonsumsi bagi orang yang berpuasa.

Ekstraksi

Inulin dapat diperoleh dengan cara pemasakan larutan umbi dahlia dalam air pada suhu 80 – 90 derajat Celcius selama 30 menit. Sejumlah riset menegaskan bahwa metode yang banyak digunakan untuk memperoleh inulin adalah metode ekstraksi umbi dahlia dengan menggunakan air mendidih dan atau etanol. Selama ekstraksi, proses pemasakan bertujuan untuk melarutkan inulin yang terkandung dalam umbi. Setelah dingin, parutan umbi disaring sampai diperoleh filtrat yang berwarna cokelat gelap.

Inulin dapat diendapkan oleh campuran etanol dengan air. Hasil penyaringan diukur volumenya, lalu ditambahkan alkohol 30 persen sebanyak 40 persen dari volume filtrat. Filtrat yang telah dipresipitasi dengan alkohol tersebut selanjutnya disimpan pada suhu 2 derajat Celcius selama 18 jam. Campuran inulin-etanol akan membentuk endapan putih. Untuk memisahkan endapan tersebut, filtrat yang telah dipresipitasi dan didinginkan tadi disentrifugasi setelah sebelumnya dibiarkan pada suhu ruang selama kurang lebih dua jam. Endapan hasil sentrifusi ini berwarna putih kecokelatan yang menandakan bahwa endapan tersebut mengandung inulin yang tinggi.

Inulin yang diekstraksi dengan penambahan arang aktif berwarna lebih putih daripada inulin yang tidak ditambahkan arang aktif. Hal ini karena pada saat pemucatan semua komponen warna seperti tannin, komponen karbonil yang sangat berperan dalam reaksi pencoklatan (browning) terikat dalam arang aktif, sehingga komponen pemberi warna dalam larutan walaupun masih ada dapat diminimalkan. Kini, dahlia tidak saja menebarkan pesona karena keindahannya. Ternyata dahlia menimbun potensi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dahlia, tak sekadar indah bunganya, tapi juga manjur umbinya.

Visit our category :

- Flowers
- Gifts
- Hampers
- International Florists
- Roses
- Wine & Spirits