Showing posts with label peralatan audio. Show all posts
Showing posts with label peralatan audio. Show all posts

Tips Ringan Menangani Speaker Anda

Perangkat bernama loudspeaker suara tentunya sudah akrab didengar sejak ditemukannya alat gramofon yang berfungsi sebagai media reproduksi suara, yang menggerakkan udara di sekitar agar terbentuk berbagai frekuensi gelombang, dan diterima oleh telinga kita.

Dulu, speaker hanya berfungsi sebagai alat instrumen yang kurang diperhatikan secara khusus. Kini setelah perkembangan teknologi di bidang tata suara sudah tidak terbendung lagi, banyak varian model speaker yang dirancang dengan tujuan mencapai kesempurnaan dalam reproduksi suara. Bahkan dengan sistem penguatan (amplifier) yang juga sangat mendukung kualitas suara, loudspeaker telah menjadi ujung tombak suatu sistem tata suara yang sangat menentukan dalam menampilkan hasil rekaman audio, baik dari media analog maupun digital.

Kemampuan reproduksi suara yang semakin sempurna dari loudspeaker tentunya sangat dipengaruhi oleh mutu rekaman audio dari studio recording. Untuk menghasilkan rekaman yang baik, kini efek ruang juga dipertimbangkan sebagai hasil akhir dari sajian musik yang ditampilkan.

source : http://www.audiovideo.co.id/

Membangun System Audio Idaman

Planning
Langkah pertama adalah menentukan berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk membangun system audio. Tentukan batasan maksimal dan target komponen yang akan dibeli. Kita perlu berhati – hati dengan ambisi kita dalam berburu peralatan high – end. Banyak sekali kasus dimana seorang audiophile telah berbelanja sampai angka yang luar biasa namun suara yang dihasilkan dari system audionya tidaklah sebanding dengan apa yang telah dikeluarkannya. Bukan karena komponenya jelek tetapi karena komponen-komponen tersebut tidak bersinergi menghasilkan suara yang baik tetapi justru sebaliknya. Misalnya loudspeaker yang dipilih adalah yang berkarakter “bright dan super detail” dan amplifier yang dipilh juga yang berkarakter “bright” . Alhasil, system audionya hanya dapat didengar pada setengah jam pertama sedangkan selanjutnya kita sudah capek dan jenuh dibuatnya.

Pengenalan Komponen
Sebagai awal membangun sistem audio ada baiknya mengetahui komposisi umum untuk sebuah system audio high end :

Sumber Suara: CD Player, Turntable atau perangkat sumber suara lain
Penguatan suara: Integrated Amp atau Pre-Power Amp
Speaker: Monitor, Floorstand
Perkabelan: Interkonek, Speaker
Aksesoris: Power Conditioner, Equipment Platform
Ruang Dengar: Akustik

Setelah mengetahui kompsisi komponen dasar suatu system High End, selanjutnya adalah menentukan berapa budget yang akan dialokasikan ke masing-masing komponen tersebut. Yang paling umum berlaku adalah sebagai berikut :

Sumber Suara: 20%
Penguat Suara: 30%
Loudspeakers 40%
Cable & Accessories 10%
Total = 100%
Budget ruang dengar idealnya sekitar 30% - 75% dari total harga diatas. Tetapi hal ini tidak mutlak.

Loudspeakers
Hal paling mudah untuk menentukan suatu loudspeaker yang baik adalah resonansi box loudspeaker tersebut. Biasanya box yang baik adalah yang tidak menimbulkan resonansi bunyi sama sekali atau menekan sekecil mungkin resonansi bunyi. Karena resonansi menimbulkan bunyi yang tidak dikehendaki dalam reproduksi suara dan meyebabkan kolorasi suara. Untuk mengetahui kualitas box speaker adalah cukup dengan mengetuk secara halus box nya. Jika menimbulkan suara yang kosong hampir dapat dipastikan resonansi suara yang timbul besar dan apabila terkesan mati atau berisi maka box tersebut mempunyai efek resonansi yang kecil.
Lebih jauh, Crossover pada speaker turut memberi peran yang tidak kalah penting. Penentuan cut off frekwensi, integrasi antar driver dan lain-lain diatur dalam modul kecil yang terletak di belakang atau bawah kotak speaker ini. Terkadang ada manufaktur yang merancang crossover sedemikian rumit untuk memperoleh hasil suara yang bagus, namun dilain sisi ada pula manufaktur yang membuat speaker dengan konsep crossover less, dengan alas an akan memperpendek signal suara .

Ruang Dengar
Yang terbaik adalah apabila ruangan tersebut menyisakan sedikit ruang yang hidup sehingga reverberant suara masih bermain di space tersebut. Umumnya para audiophile menggunakan beberapa perangkat room treatment seperti Echo Buster atau RPG Diffusor dan sebagainya untuk setting sebuah ruangan. Beberapa perangkat tersebut bahkan special dibuat untuk tidak menyerap suara tetapi justru memecah dan memantulkannya kembali sembarang arah. Dipercaya teknologi ini mampu untuk membuat suara lebih hidup dibanding menyerap eneginya yang cenderung akan membuat treble menjadi dull.
Apabila kita tidak dapat mengusahakan ruangan dengar khusus dan terpaksa harus ditempatkan di ruang tamu atau tempat lain yang terbuka yang tidak memungkinkan dipasang perangkat room treeatment, usahakan di sudut ruangan di belakang speaker ditempatkan peredam seperti busa atau glass wool untuk meredam gema bass yang excessive.
Ukuran ideal untuk sebuah ruang dengar adalah 5 m x 8 m. x 3 m (pxlxt) karena dengan ruangan sebesar ini kita dapat menempatkan speaker floorstanding full range yang dapat menghasilkan medan suara yang besar dan tampilan vocal penyanyi yang utuh dari kepala samapai ke kaki. Layaknya si penyanyi atau pemain instrument tersebut hadir di ruangan tersebut.

Uji Dengar sound speaker
Setelah itu yang paling vital adalah uji dengar. Referensi buku atau majalah bisa membantu untuk memperkecil kemungkinan tetapi belilah barang yang sesuai dengan selera kita. Karakter suara dan jenis musik yang kita sukai dan pilihlah komponen yang mendekati apa yang kita inginkan.
Bawalah cd lagu kesukaan yang telah kita kenal dan sering dengar sebagai bahan referensi. Kemudian lakukankanlah comparative test A/B yaitu dengan mencoba amplifier yang kita inginkan. Kenali karakter suaranya kemudian gantilah dengan amplifier pembanding lain lalu catat perbedaannya. Kemudian kembali lagi ke amplifier yang kita inginkan. Dengan melakukan hal ini memungkinkan kita untuk lebih jelas mengetahui kelemahan dan kelebihan dari salah satu amplifier tersebut.

Tip dan Trik Membuat Profesional Video dengan Camcorder

Sekarang sudah tidak aneh lagi melihat orang menenteng-nenteng kamera video di berbagai acara, seperti acara pernikahan, acara ulang tahun, acara resepsi pernikahan, acara pameran , acara seminar dll. Yup, perangkat ini tidak lagi didominasi oleh para profesional dan sineas saja. Dengan desain yang semakin minimalis dan kompak, plus fitur dan fungsi yang mudah dioperasikan, kamera video semakin ’ramah’ bagi pengguna amatir dan pehobi videography. Salah satu kamera video portable yang marak saat ini adalah camcorder. Yaitu kamera sekaligus video recorder. Perangkat ini merupakan kamera video tipe digital yang hadir dalam berbagai ukuran dan kemampuan. Jika Anda baru membeli camcorder atau sedang mencoba hobi videography menggunakan perangkat ini, berikut langkah-langkah untuk membuat video recorder yang tidak terlihat ’biasa ’ dan ’amatiran’.

1. Gunakan tripod Meski camcorder Anda dilengkapi built-in image stabilization, sebaiknya Anda menggunakan tripod untuk menjaga kestabilan camcorder sehingga dapat menghasilkan gambar video yang lebih baik dan tidak shaky

2. Panning, zooming, dan gerakan lainnya Salah satu kesalahan dalam pembuatan video adalah perekaman satu scene yang terlalu lama atau sebaliknya perpindahan antar scene yang terlalu cepat. Rekam subyek Anda selama 10-20 detik, stop dan ambil gambar yang lain. Saat melakukan panning dan zooming, lakukan secara pelan, smooth dan tidak tergesa-gesa. Ini akan membuat video lebih nyaman ditonton.

3. Mengatur komposisi video Sebelum merekam, perhatikan posisi subyek dan latarnya, apakah sudah sesuai dengan keinginan. Lakukan seperti halnya sedang memotret. Sebagai panduan, gunakan The Rule of Thirds. Yaitu membayangkan layar dibagi menjadi tiga bidang horisontal dan vertikal. Pastikan subyek yang akan direkam berada pada salah satu dari 4 titik potong antara garis horisontal dan vertikal tersebut. Ini akan membuat tampilan menjadi lebih dinamis, terutama saat Anda membuat video interview atau melakukan close up. Tentu saja, ini bukan harga mati, karena Anda juga bebas untuk membuat kompisisi kreatif lainnya.

4. Gunakan cahaya Sebagian besar camcorder tidak dapat menghasilkan gambar yang bagus jika pada saat perekaman minim pencahayaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan cahaya alam dengan melakukan syuting outdoor. Untuk hasil lebih baik, sebaiknya Anda melakukan syuting outdoor di pagi atau sore hari, ketika matahari tidak terlalu tinggi. Jika tetap harus melakukan syuting indoor, pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang memadai. Seperti dengan membuka jendela, menyalakan lampu, dan menggunakan built-in light pada camcorder.

5. Gunakan external microphone Tanpa peralatan audio yang memadai, sulit untuk mendapatkan video dengan suara yang berkualitas. Beberapa camcorder memang telah dilengkapi dengan built-in microphone, tapi mike ini akan merekam audio dari berbagai arah. Sehingga jika mewawancarai subyek di tempat yang ramai, suaranya tidak akan terdengar jelas. Maka pastikan camcorder Anda memiliki audio input, untuk memasang external mike.

6. Hindari penggunaan special effects Memang menyenangkan bermain-main dengan fitur special effects yang ada pada camcorder. Tapi ini tidak akan membuat video Anda tampak lebih keren. Sebaiknya Anda membuat efek-efek tertentu pada video melalui proses editing menggunakan software. Sehingga Anda bisa melakukan kontrol transisi yang lebih baik dengan pilhan special effects yang variatif. Dengan demikian, Anda juga tidak akan kehilangan materi video yang asli.

7. Video haruslah bercerita Video yang baik harus memiliki alur cerita yang utuh, yaitu pembuka, isi dan penutup. Maka sebaiknya sebelum melakukan perekaman, Anda sudah memiliki rencana apa saja yang akan direkam dalam bentuk storyboard sederhana.

8. Jangan lupa, perawatan! Terakhir adalah merawat camcorder agar tidak mudah rusak sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Bersihkan lensa dan layar dengan lap khusus yang lembut. Hindari dari panas, pasir, air dan udara yang lembab. Dan letakkan pada tempat yang aman agar tidak jatuh. Jika rusak, segera perbaiki di layanan perbaikan resmi.

source : http://www.kalasanmultimedia.com/